TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

LUASNYA LAHAN TIDUR DI ACEH, PEMERINTAH ACEH JANGAN IKUT TIDUR JUGA, APALAGI MIMPI BELI PESAWAT BARU.

Published by Azhar on Friday, September 22, 2017 | 1:45 PM

     Lhoksukon - Ketua Yayasan Aneuk Aceh Sapuepakat Internasional ( YAASIN ) Muhammad Azhar meninjau Salah Satu Kawasan Lahan Tidur di Aceh tepatnya di Blang Aman Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Jum'at 22 September 2017 dini hari.

Hal ini dilakukan menyikapi isu-isu yg berkembang akhir-akhir ini bahwa angka pengangguran dan angka kemiskinan di Aceh semakin meningkat.
sementara Gubernur Aceh mewacanakan untuk membeli beberapa pesawat terbang untuk Aceh, pihaknya menilai lagkah Gubernur tersebut yang mewacanakan tentang pembelian beberapa pesawat untuk Aceh.Sungguh tidak efektif dan menggores hati rakyat Aceh ,pasalnya disaat Rakyat sedang menderita kemiskinan dan angka pengangguran yang semakin meningkat, sang pemimpin malah memikirkan untuk beli pesawat, padahal masih banyak program-program lain yang bisa diluncurkan yang berimbas kepada kemakmuran rakyat,  seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat  untuk mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan. 

"Gubernur itu dipilih oleh rakyat, seharusnya program-program yang diluncurkan itu  harus program-program yang merakyat. Di Aceh antara Lahan nganggur dan para pengangguran di Aceh itu hampir imbang, jadi daripada anggaran tersebut digunakan untuk membeli pesawat, lebih baik dialihkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, mengaktifkan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif yg dapat menghasilkan bagi masyarakat Aceh untuk mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan di Aceh." Tegas Azhar, YAASIN berharap kepada Gubernur Aceh, agar tidak mengecewakan dan menyia-nyiakan kepercayaan rakyat Aceh, dan setiap program-program yang diluncurkan adalah merupakan program-program yang pro rakyat dan memiliki manfaat yang besar dan meluas bagi Rakyat Aceh bukan malah demi kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok.

Penulis Hak cita ( Disclaimer ) article di lindungi oleh yayasan YAASIN www.yaasin.net

Terkait

Komentar