TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

Aliansi Masyarakat Aceh Utara ( AsMAra) Audiensi Bersama Polres Aceh Utara

Published by Azhar on Wednesday, July 26, 2017 | 2:44 AM

YAASIN ( Yayasan Aneuk Atjeh Sapuepakat Internasional ) dan Beberapa Lembaga Lain Yang Tergabung Dalam Aliansi Masyarakat Aceh Utara ( AsMAra) Audiensi Bersama Polres Aceh Utara.

Lhoksukon, YAASIN beserta beberapa Lembaga Lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Aceh Utara (ASMARA) melakukan audiensi ke Mapolres setempat terkait rekomendasi rapat YAASIN dengan 35 Lembaga sosial Masyarakat Lainnya  yang tergabung dalam ASMARA beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan hasil rapat bersama ASMARA dengan 35 LSM, organisasi pelajar, santri dayah, dan mahasiswa, pada 6 Juali 2017 lalu dapat menghasilkan 9 poin rekomendasi. Berdasarkan hasil rekomendasi itu kita melakukan audiensi dengan pihak Polres Aceh Utara,” kata Ketua umum YAASIN, Muhammad Azhar, Rabu (26/7).

Setibanya di Mapolres, pihak YAASIN bersama ASMARA disambut oleh Waka Polres Aceh Utara Kompol Suwalto dan s ejumlah anggota Polres lainnya. Audiensi yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam itu membahas 9 poin rekomendasi ASMARA.

9 poin rekomendasi itu di antaranya, berdasarkan PP No 18 tahun 2003, ASMARA mendesak pemerintah pusat  untuk dapat memperioritaskan segera mungkin pemindahan kantor administrasi Ibu Kota Aceh Utara ke Lhoksukon.      

Kemudian mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Utara  segera mencari solusi terkait aset Pemerintah Aceh Utara yang ada di wilayah Kota Lhokseumawe, mendesak Pemkab Aceh Utara agar dapat mengelokasikan anggaran APBK-P tahun 2017 untuk pelaksanaan tta ruang Ibu Kota KAbupaten Aceh Utara di Lhoksukon.



Pada Poin selanjutnya dijelaskan, Pemkab Aceh Utara didesak memanfaatkan aset pemerintah yang ada di Lhoksukon untuk menjalankan roda pemerintahan sementara.

Kemudian Pemkab Aceh Utara agar memfungsikan Pasar Terpadu di Kota Lhoksukon, dan Puskesmas Lhoksukon diminta ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum sementara.

”Bersarkan PP no 18 Tahun 2003 tentang perpindahan Ibu Kota  Kabupaten Aceh Utara dari Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon diundangkan dan ditetepkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 7 Maret 2003,” kata Mukhtar di hadapan Waka Polres.

Mendengar rekomendasi yang dibaca tersebut, Kompol Suwalto mengatakan, pemindahan Ibu Kota Aceh Utara ke Lhoksukon harus dilihat dari dua sisi.

“Kita harus melihat dari dua sisi, di sisi lain mungkin pemkab Aceh Utara belum ada fasilias di Lhoksukon, karena Aceh Utara mini8m anggaran, sehingga pemindahan lama,” kata Waka Polres        

Terkait Pasar Terpadu, menurut Suwalto, juga harus dilihat dari dua sisi, tidak tutup kemungkinan para pedagang tidak mau pindah ke pasar baru tersebut sehingga hingga sekarang belum difungsikan.

Di akhir acara tersebut, pihak Polres meminta kepada semua LSM yang ada di Aceh Utara untuk mendukung kemajuan Aceh Utara, kemudian  di akhir acara itu pihak YAASIN Bersama ASMARA melakukan penyerahan 9 butir rekomendasi itu kepada Waka Polres dan foto bersama.

Penulis Hak cita ( Disclaimer ) article di lindungi oleh yayasan YAASIN www.yaasin.net

Terkait

Komentar